Minggu, 25 September 2011

Kader PKK Diajak Dukung Sakhiy

SAMARINDA—Tak ingin putra Samarinda terlempar dari audisi Pemilihan Da’I Cilik (Pildacil) garapan stasiun TV Swasta Antv, Sakhiy, sebagai satu-satunya duta Samarinda bahkan Kaltim karena wakil dari Balikpapan sudah tersingkir beberapa pekan lalu, perlu mendapat dukungan. Selain doa, SMS dukungan memilih Sakhiy yang memiliki nama lengkap Chairul Sakhiy Nur Yasin. “Sebagai orang Samarinda, dan bangga dengan Samarinda, sudah sewajarnya kita mendukung 100 bahkan 1.000 persen kepada Sakhiy untuk bertarung di Jakarta di audisi Pildacil. Setidaknya saya akan mengajak dan menyerukan agar para kader PKK mendukung anak kita Sakhiy,” ungkap Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Samarinda Hj Sri Lestari Nusyirwan kepada wartawan melalui ponselnya, Kamis (22/9). Isteri wakil walikota ini mengatakan dukungan ini supata diberikan para kader PKK, baik di tingkat kota, kecamatan dan kelurahan dengan mengirim SMS sebanyak-banyaknya disertai doa. “Siapa yang tidak bangga melihat orang Samarinda tampil di TV membawa nama harum kota kita, bahkan Kaltim. Warga se Kaltim juga mari dukung Sakhiy,” seru Sri Nusyirwan menggebu-gebu. Menurut Sri, Sakhiy adalah suatu kebanggan bagi orang Samarinda, karena secara tidak langsung telah menjual nama Samarinda, sehingga semakin dikenal. Apalagi ini dikenalnya dari segi positif. Sri menyebutkan majunya anak Samarinda di audisi Pildacil ini bukanlah yang pertama, namun sebelumnya juga pernah dan telah mempromosikan Samarinda ketika tampil di televisi yang disaksikan penonton se Indonesia. “Dulu ada anak kita Rizali. Terlebih lagi saya bangga ketika sukses, tidak melupakan kota tercintanya dan orang-orang yang pernah mendukungnya, termasuk kita semua ini warga Samarinda. Untuk itu, mari kita dukung lagi Sakhiy dengan mengirim SMS sebanyak-sebanyaknya supaya bisa mengharumkan nama kota Tepian, dan bibit potensial kita tidak dipandang sebelah mata. Insya Allah saya dan bapak (Nusyirwan Ismail) akan nonton penampilan Sakhiy di televisi dan tentunya mengirim SMS,” ucapnya. Ia mengatakan keberhasilan Sakhiy di audisi Pildacil ini akan memberikan virus positif yang akan menulari anak-anak Samarinda yang akhirnya membentuk mentalitas anak agar memiliki kepribadian shaleh. “Anak-anak kita di Samarinda pasti akan termotivasi melihat Sakhiy, dan pastinya ia ingin seperti Sakhiy. Inilah imbas positif, makanya mari kita dukung Sakhiy bisa meraih prestasi terbaik di audisi ini,” harapnya. Selain itu, Sri mengajak keluargabesar SD Cordova juga mendukung Sakhiy, karena Sakhiy adalah siswa kelas 2 SD Cordova. Sakhiy sendiri dijadwalkan akan tampil pada Sabtu (24/9) malam besok di Antv mulai pukul 19.30 Wite. Ayo kita dukung Sakhiy dengan mengetik, DACIL (spasi) SAKHIY kirim ke 9899.
Selengkapnya...

KARTINI TANGGUH KOTA SAMARINDA BEKERJA DENGAN HATI

SEMANGAT RA Kartini menjadi inspirasi positif untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian pe-rempuan Samarinda dalam mem-bangun kota Samarinda menjadi kota Metropolitan. Bertepatan pe-ringatan Hari Kartini tahun ini, Ketua Tim Penggerak PKK Samarinda Hj Puji Setyowati Syaharie Jaang, mengupas bagaimana sosok dan peran wanita-wanita yang luar biasa di kota Tepian dengan menjalankan banyak perannya. Memang dalam sistem pem-bangunan nasional tidak ada satu pun peraturan atau kebijakan yang menghambatkaum perempuan untuk berperan, baik secara politis, ekonomi maupun sektor kehidupan lainnya. Bahkan peran-peran perempuan ini selalu dikedepankan dan menjadi perhatian utama dalam kerangka pelaksanaan pembangunan. Hal ini tergambar dari formulasi pelaksa-naan program Inpres Desa Terting-gal (IDT) dan Program Makanan Tambahan untuk Anak SD (PMT-SD) yang memfokuskan perempuan sebagai aktor utamanya. Urgensi penempatan peranan dan potensi perempuan dalam proses pembangunan secara optimal akan dapat mempercepat tujuan nasional. Tujuan nasional ini hanya dapat terwujud apabila laki-laki dan perempuan melakukan perannya secara seiring sejalan, senada seirama dengan mengedepankan profesionalisme.Seperti diketahui, terjadinya ketidakadilan jender secara holistic lebih disebabkan adanya konstruksi atau rekayasa sosial yang turun temurun, sehingga terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat, berupa suatu bentuk ketidakadilan yang dialami kaum perempuan. Juga faktor religiusitas yang dipahami sebagian besar pemeluknya untuk lebih memberikan hak-hak istimewa yang dinikmati kaum laki-laki dalam kedudukan, khususnya di dalam kehidupan bersama. Moment hari Kartini 21 April 2011, menampilkan wanita-wanita yang tangguh di kota Samarinda yang mampu berperan secara maksimal, baik untuk keluarga, masyarakat dan dirinya sendiri dengan mengede-pankan prinsip selalu bekerja dengan hati. Pola pikir, pandangan dan sikap seorang perempuan dalam kehidupan sehari-hari selalu menjadi objek yang menarik untuk dibicarakan. Wanita-wanita yang hadir adalah wanita yang tangguh menjalankan perannya sebagai seorang istri dengan jabatan suami yang strategis seperti walikota dan wakil walikota, kepala dinas/badan yang setiap harinya berkutat dengan masalah dan mampu memberikan solusi untuk pengembangan kota. Ibu camat dan lurah yang setiap saat menerima keluhan, aspirasi dan tindakan konkret kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan yang baik. Semua ini dilakukan mereka dengan satu prinsip yang menjadi motivasi dalam bekerja adalah “Selalu Bekerja dengan Hati Melayani Rakyat dan Tetap Menjunjung Kodratnya Sebagai wanita”. Dan setiap apa yang dilakukan selalu menjadi inspirasi dan motivasi bagi wanita di kota Samarinda. Dukungan, motivasi, dan apresiasi bagi wanita yang luar biasa selalu diberikan oleh Walikota H Syaharie Jaang dan Wakil Walikota H Nusyirwan Ismail. Selain itu dukungan utama dari padara pendamping hidup mereka yang sangat memahami perannya sebagai abdi keluarga, masyarakat dan abdi Negara. (*) link berita terkait :  
Selengkapnya...

Jumat, 01 Juli 2011

SEJARAH PKK KOTA SAMARINDA

Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga ( PKK ) sebagai gerakan pembangunan masyarakat bermula dari Seminar “ Home Economi “ di Bogor pada tahun 1957. Realisasi dari seminar tersebut pada tahun 1961 Panitia Penyusunan Tata Susunan pelajaran dan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga ( PKK ) Kementerian Pendidikan bersama Kementerian lainya menyusun 10 segi Kehidupan Keluarga

Gerakan PKK di Masyarakat berawal dari Kepedulian istri Gubernur Kalimantan Timur pada tahun 1977 NY. ABDEOL WAHAB SJAHRANIE melakukan upaya peningkatan Kesejahteraan Keluarga melalui 10 segi Pokok keluarga dengan membentuk Tim Penggerak PKK di semua Tingkatan, yang keanggotaan timnya secara relawan dan terdiri dari tokoh/pemuka masyarakat, pada Istri Kepala Dinas/Jawatan dan istri Kepala Daerah sampai dengan tingkatan Desa/Kelurahan yang kegiatannya di dukung dengan Anggaran Pendapatan dan Belanja Dearah

Pada tanggal 27 Desember 1972 Menteri Dalam Negeri mengeluarkan Surat Kawat Sus 3/6/12 Kepada Gubernur KDH Tk.I Kalimantan Timur dengan tembusan Gubernur KDH seluruh Indonesia, agar mengubah nama Pendidikan Kesejahteraan Keluarga menjadi Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ( PKK) , maka sejak itui Gerakan PKK dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan nama Pembinaan Kesejahteraan Keluarga ( PKK ) dan tanggal 27 Desember ditetapkanlah sebagai HARI KESATUAN GERAKAN PKK yang selalu diperingati setiap tahunnya

Keluarga adalah unit terkecil dari masyarakat, dan mempunyai peran yang sangat luar biasa untuk mewujudkan keluarga sejahtera dan harus dimulai dari upaya mensejahterakan setiap keluarga. Sehubungan dengan itu maka TAP MPR Nomor : II/MPR/1978 tentang GBHN Bab IV butir 10 tentang peranan wanita dalam pembangunan telah dengan jelas mengamanatkan kepada kaum wanita untuk :
  • Berpasrtisipasi akti dalam pembangunan
  • Mewujudkan keluarga sejahtera
  • Membina Generasi muda

Keberhasilan Gerakan PKK dalam upaya peningkatan kesejahteraan keluarga telah diakui oleh masyarakat bahkan mendapat penghargaan dari lembaga-lembaga Internasional ( WHO, Unicef, Unesco dan sebaginya ) dalam TAP MPR Nomor : IV/MPR/1983 tentang GHBN telah ditetapkan bahwa PKK ( Pembinaan kesejahteraan Keluarga ) adalah salah satu wahana untuk meningkatkan peranan wanita dalam upaya mensejahterakan keluarga, dan dikuatkan melalui Keputusan Menteri Dalam Negeri dan Otonomi Daerah Nomor : 53 tahun 2000 tentang Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga
Selengkapnya...