SEMANGAT RA Kartini menjadi inspirasi positif untuk meningkatkan kemampuan dan kemandirian pe-rempuan Samarinda dalam mem-bangun kota Samarinda menjadi kota Metropolitan. Bertepatan pe-ringatan Hari Kartini tahun ini, Ketua Tim Penggerak PKK Samarinda Hj Puji Setyowati Syaharie Jaang, mengupas bagaimana sosok dan peran wanita-wanita yang luar biasa di kota Tepian dengan menjalankan banyak perannya. Memang dalam sistem pem-bangunan nasional tidak ada satu pun peraturan atau kebijakan yang menghambatkaum perempuan untuk berperan, baik secara politis, ekonomi maupun sektor kehidupan lainnya. Bahkan peran-peran perempuan ini selalu dikedepankan dan menjadi perhatian utama dalam kerangka pelaksanaan pembangunan. Hal ini tergambar dari formulasi pelaksa-naan program Inpres Desa Terting-gal (IDT) dan Program Makanan Tambahan untuk Anak SD (PMT-SD) yang memfokuskan perempuan sebagai aktor utamanya. Urgensi penempatan peranan dan potensi perempuan dalam proses pembangunan secara optimal akan dapat mempercepat tujuan nasional. Tujuan nasional ini hanya dapat terwujud apabila laki-laki dan perempuan melakukan perannya secara seiring sejalan, senada seirama dengan mengedepankan profesionalisme.Seperti diketahui, terjadinya ketidakadilan jender secara holistic lebih disebabkan adanya konstruksi atau rekayasa sosial yang turun temurun, sehingga terinternalisasi dalam kehidupan masyarakat, berupa suatu bentuk ketidakadilan yang dialami kaum perempuan. Juga faktor religiusitas yang dipahami sebagian besar pemeluknya untuk lebih memberikan hak-hak istimewa yang dinikmati kaum laki-laki dalam kedudukan, khususnya di dalam kehidupan bersama. Moment hari Kartini 21 April 2011, menampilkan wanita-wanita yang tangguh di kota Samarinda yang mampu berperan secara maksimal, baik untuk keluarga, masyarakat dan dirinya sendiri dengan mengede-pankan prinsip selalu bekerja dengan hati. Pola pikir, pandangan dan sikap seorang perempuan dalam kehidupan sehari-hari selalu menjadi objek yang menarik untuk dibicarakan. Wanita-wanita yang hadir adalah wanita yang tangguh menjalankan perannya sebagai seorang istri dengan jabatan suami yang strategis seperti walikota dan wakil walikota, kepala dinas/badan yang setiap harinya berkutat dengan masalah dan mampu memberikan solusi untuk pengembangan kota. Ibu camat dan lurah yang setiap saat menerima keluhan, aspirasi dan tindakan konkret kepada masyarakat dengan memberikan pelayanan yang baik. Semua ini dilakukan mereka dengan satu prinsip yang menjadi motivasi dalam bekerja adalah “Selalu Bekerja dengan Hati Melayani Rakyat dan Tetap Menjunjung Kodratnya Sebagai wanita”. Dan setiap apa yang dilakukan selalu menjadi inspirasi dan motivasi bagi wanita di kota Samarinda. Dukungan, motivasi, dan apresiasi bagi wanita yang luar biasa selalu diberikan oleh Walikota H Syaharie Jaang dan Wakil Walikota H Nusyirwan Ismail. Selain itu dukungan utama dari padara pendamping hidup mereka yang sangat memahami perannya sebagai abdi keluarga, masyarakat dan abdi Negara. (*) link berita terkait :

Tidak ada komentar:
Posting Komentar